OJK Panggil Direksi Bank Mantap Terkait Dugaan Penipuan Investasi di Purwokerto

OJK Panggil Direksi Bank Mantap Terkait Dugaan Penipuan Investasi di Purwokerto

ILUSTRASI. Bank Mandiri Taspen (Dok/Bank Mantap)

Beritafintech.com – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil direksi PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) untuk meminta penjelasan terkait kasus dugaan penipuan berkedok investasi yang melibatkan mantan pegawai bank tersebut di Purwokerto, Jawa Tengah.

Dilaporkan bahwa Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK mengambil langkah tersebut menyusul indikasi sejumlah korban menggunakan dana pinjaman atau kredit dari Bank Mantap untuk mengikuti investasi yang ditawarkan pelaku.

“OJK pada Kamis (4/6) telah memanggil Direksi Bank Mantap untuk meminta penjelasan mengenai kasus ini,” tulis OJK dalam siaran pers, Kamis (4/6/2026).

Baca Juga: Kepemilikan Grab di Superbank Bakal Tambah Jadi 60%, Emtek Tetap Jadi Pengendali

Selain meminta klarifikasi, OJK juga meminta Bank Mantap melakukan investigasi lebih lanjut guna mengidentifikasi jumlah nasabah yang berpotensi menjadi korban beserta nilai kerugian yang dialami. Bank juga diminta memberikan pendampingan kepada para korban.

Kasus ini mencuat setelah sejumlah masyarakat melaporkan menjadi korban dugaan penipuan investasi yang dilakukan oleh mantan pegawai Bank Mantap Kantor Cabang Purwokerto.

OJK saat ini masih mendalami informasi mengenai cakupan korban. Regulator menegaskan tengah memeriksa kebenaran kabar bahwa korban tak cuman berasal dari nasabah Bank Mantap, tetapi juga dari sejumlah bank lain di wilayah Purwokerto.

Untuk mempercepat proses penanganan dan pendataan korban, OJK bakal membuka Posko Pengaduan di Kantor OJK Purwokerto. Masyarakat yang merasa menjadi korban diminta segera melapor melalui kantor OJK setempat maupun kanal pengaduan resmi OJK.

TRENDING  Seleksi Alam Bagi Fintech Lending Lewat Aturan Modal Minimal

Di sisi lain, OJK mengaku telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

Menanggapi maraknya penipuan berkedok investasi, OJK kembali mengingatkan masyarakat agar menerapkan prinsip 2L sebelum menempatkan dana pada suatu instrumen investasi.

Baca Juga: KPR Bermasalah BTN Tembus Rp 8,51 Triliun di Tengah Sorotan Kasus KPR Joki

Pertama, aspek legal, yakni memastikan pihak yang menawarkan investasi telah memiliki izin dari otoritas berwenang. Kedua, aspek logis, yaitu mencermati kewajaran imbal hasil yang ditawarkan dan mewaspadai janji keuntungan tinggi dalam waktu singkat tanpa risiko.

OJK menegaskan masyarakat dapat berkonsultasi terkait legalitas produk investasi melalui layanan Kontak 157, WhatsApp resmi OJK, maupun kantor OJK terdekat guna menghindari menjadi korban penipuan investasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Tips Finansial untuk Generasi Sandwich Agar Bebas Beban Ganda

    Generasi sandwich seringkali merasa tertekan dengan beban ganda, namun dengan tips finansial yang tepat, Anda bisa bebas dari tekanan tersebut. Mulailah dengan membuat anggaran bulanan yang jelas dan disiplin dalam mengelola keuangan. Selain itu, alokasikan dana untuk tabungan darurat agar Anda memiliki perlindungan finansial saat menghadapi situasi tak terduga. Jangan lupa pula untuk berinvestasi secara cerdas dan mempertimbangkan asuransi sebagai perlindungan tambahan. Dengan langkah-langkah ini, generasi sandwich dapat meraih kebebasan finansial tanpa harus terbebani oleh beban ganda

  • OJK Telah Mencabut Izin Usaha 4 Penyelenggara Fintech Lending Sepanjang 2024

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengumumkan pencabutan izin usaha untuk empat penyelenggara fintech lending sepanjang tahun 2024. Keputusan ini diambil setelah OJK melakukan evaluasi terhadap kinerja dan kepatuhan dari para penyelenggara tersebut. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga stabilitas dan perlindungan konsumen dalam industri fintech lending di Indonesia. Meskipun demikian, OJK juga memberikan kesempatan bagi para penyelenggara yang dicabut izinnya untuk memperbaiki kinerja mereka agar dapat kembali beroperasi di masa mendatang. Hal ini menunjukkan komitmen OJK dalam mengawasi dan mengatur perkembangan industri fintech lending demi kepentingan masyarakat dan perekonomian nasional

  • Ini Jawara Bank Penyalur KPR Terbesar Sepanjang 2024

    Menurut data terbaru, Bank Penyalur KPR terbesar sepanjang tahun 2024 adalah Bank Mandiri. Dengan jumlah nasabah yang terus bertambah setiap bulan, Bank Mandiri berhasil mempertahankan posisinya sebagai jawara dalam industri perbankan. Kepercayaan masyarakat pada layanan dan produk KPR dari Bank Mandiri menjadi faktor utama yang membuat bank ini semakin diminati oleh para calon pemilik rumah. Dengan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan solusi finansial yang tepat, tidak heran jika Bank Mandiri tetap menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin memiliki rumah impian

  • Fintech Waspadai Kejahatan Digital dari Maraknya AI

    Fintech harus waspada terhadap kejahatan digital yang semakin marak dengan perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI). AI telah memberikan kemudahan dalam bertransaksi secara online namun juga membawa risiko yang besar jika tidak diawasi dengan baik. Kejahatan digital seperti pencurian identitas, fraud, dan cyber attack semakin canggih dan sulit untuk dideteksi. Oleh karena itu, para pelaku fintech perlu meningkatkan sistem keamanan mereka agar dapat melindungi data dan transaksi nasabah dari ancaman kejahatan digital yang semakin berkembang pesat. Dengan demikian, kolaborasi antara teknologi AI dan sistem keamanan yang kuat menjadi kunci utama dalam menjaga integritas industri fintech di masa depan

  • Bank Mandiri Taspen Pacu Pertumbuhan Bisnis dan Program Berbagi di Bulan Ramadan

    Bank Mandiri Taspen terus memacu pertumbuhan bisnisnya dengan meluncurkan program-program inovatif selama bulan Ramadan. Selain itu, bank ini juga aktif dalam program berbagi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Dengan komitmen kuat untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, Bank Mandiri Taspen berhasil menciptakan dampak yang signifikan di tengah-tengah tantangan ekonomi saat ini. Selamat kepada Bank Mandiri Taspen atas kesuksesannya dalam menjalankan program-program tersebut!

  • World Bank Fintech

    Menurut laporan terbaru dari World Bank, industri fintech di Indonesia terus berkembang pesat dan menjadi salah satu yang paling inovatif di dunia. Dengan adopsi teknologi yang semakin luas, layanan keuangan digital semakin mudah diakses oleh masyarakat, terutama mereka yang tinggal di daerah terpencil. Hal ini memberikan peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi dan inklusi keuangan di Indonesia. Selain itu, regulasi yang mendukung juga menjadi faktor penting dalam mempercepat perkembangan industri fintech ini. Diharapkan dengan dukungan semua pihak, Indonesia dapat menjadi pusat fintech global yang berdampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat