Untuk menentukan jenis reksadana yang sesuai dengan kebutuhan Anda di Aplikasi Reksadana, pertama-tama Anda perlu memahami tujuan investasi Anda. Apakah Anda ingin berinvestasi jangka pendek untuk keperluan mendesak atau jangka panjang untuk persiapan masa depan? Selain itu, tentukan juga tingkat risiko yang siap Anda tanggung. Apakah Anda lebih nyaman dengan risiko rendah, sedang, atau tinggi? Setelah mengetahui tujuan investasi dan tingkat risiko yang sesuai, selanjutnya pilihlah jenis reksadana yang cocok. Jika Anda menginginkan keuntungan stabil dan risiko rendah, maka reksadana pasar uang atau pendapatan tetap bisa menjadi pilihan terbaik. Namun jika Anda bersedia mengambil risiko lebih besar demi potensi keuntungan yang lebih tinggi, maka reksadana saham atau campuran mungkin lebih cocok untuk Anda. Ingatlah bahwa setiap jenis reksadana memiliki karakteristik dan potensi return yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk melakukan riset dan konsultasi dengan ahli finansial sebelum memutuskan jenis reksadana mana yang akan dibeli. Dengan cara ini, Anda dapat memastikan bahwa investasi yang dilakukan sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan Anda
Baca Selanjutnya »UPDATE
Waspada! Modus pinjol ilegal terbaru: Ditransfer dana tanpa pengajuan pinjaman
Beritafintech.com – JAKARTA. Keberadaan fintech ilegal atau yang lebih dikenal dengan pinjol ilegal memang saat ini masih marak ditemukan. Bahkan, mereka memiliki beberapa modus yang bisa …
Baca Selanjutnya »Strategi Bank Aladin Syariah Hadapi Imbauan OJK Hapus KBMI 1
ILUSTRASI. PT Bank Aladin Syariah Tbk (“Bank Aladin Syariah”) terus memperluas sinerginya dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dalam upaya memperkuat ekosistem keuangan syariah di …
Baca Selanjutnya »Pertumbuhan Fintech Lending Tahun 2026 Diproyeksikan Tidak Setinggi Tahun 2025
ILUSTRASI. Ilustrasi Financial Technology (Fintech). Kinerja fintech lending 2025 tumbuh pesat, namun 2026 diproyeksikan melambat akibat regulasi OJK dan risiko kredit macet UMKM. Analisis Celios. …
Baca Selanjutnya »Perdana, Startup Backingan 2 Fintech Indonesia Masuk Daftar NextGen Tech 30
Perdana, startup backingan dari perusahaan investasi ternama, baru saja masuk dalam daftar NextGen Tech 30 sebagai salah satu fintech terbaik di Indonesia. Prestasi ini menjadi bukti bahwa Perdana mampu bersaing dan berkembang di tengah persaingan yang ketat dalam industri teknologi keuangan. Dengan inovasi dan dedikasi tim yang kuat, Perdana berhasil menarik perhatian para investor dan mendapatkan dukungan yang besar untuk terus berkembang dan memberikan solusi finansial yang inovatif bagi masyarakat Indonesia. Selamat kepada tim Perdana atas pencapaian gemilang ini!
Baca Selanjutnya »Bank of Singapore Borong Saham Bank Capital (BACA) Rp 470 M, Bakal Jadi Pengendali?
Bank of Singapore dikabarkan telah memborong saham Bank Capital (BACA) sebesar Rp 470 Miliar. Langkah ini menuai perhatian publik, dengan banyak yang bertanya-tanya apakah Bank of Singapore akan menjadi pengendali dari Bank Capital. Hal ini tentu saja menimbulkan spekulasi dan antusiasme tinggi di kalangan pelaku pasar saham. Menarik untuk melihat bagaimana perkembangan selanjutnya dari investasi besar ini
Baca Selanjutnya »Ini Daftar Lengkap Bank Syariah di Indonesia
Bank Syariah adalah lembaga keuangan yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah Islam. Di Indonesia, terdapat sejumlah bank syariah yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk beroperasi. Berikut ini adalah daftar lengkap bank syariah di Indonesia: 1. Bank Muamalat Indonesia 2. Bank Syariah Mandiri 3. BRI Syariah 4. BNI Syariah 5. Bank Mega Syariah 6. Bank BCA Syariah Keberadaan bank syariah di Indonesia semakin berkembang pesat, menawarkan layanan perbankan yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam kepada masyarakat. Dengan adanya pilihan bank syariah ini, masyarakat dapat memilih layanan perbankan yang sesuai dengan keyakinan dan nilai-nilai mereka dalam menjalankan aktivitas keuangan secara lebih Islami dan berkelanjutan
Baca Selanjutnya »Indonesia Fintech Society (IFSoc) Jaga Keberlanjutan Ekosistem Fintech di Tengah Tantangan Fraud dan AI
Indonesia Fintech Society (IFSoc) terus berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan ekosistem fintech di Indonesia, meskipun dihadapkan dengan tantangan fraud dan perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI). Dalam upaya mengatasi hal tersebut, IFSoc terus melakukan kolaborasi dengan regulator, perusahaan fintech, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan lingkungan yang aman dan terpercaya bagi para pengguna layanan fintech. Dengan adanya kerjasama yang solid, IFSoc yakin dapat menghadapi tantangan tersebut dan memastikan pertumbuhan industri fintech tetap berkelanjutan di masa depan
Baca Selanjutnya »OJK Batasi Skema Tadpole P2P Lending: Perlindungan Konsumen Pinjol
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan kebijakan untuk membatasi skema tadpole pada layanan peer-to-peer (P2P) lending guna melindungi konsumen dari praktik pinjaman online yang merugikan. Perlindungan konsumen terhadap pinjol menjadi prioritas utama dalam upaya mencegah penyalahgunaan dan penipuan yang sering terjadi di dunia digital. Dengan adanya regulasi ini, diharapkan para pelaku usaha P2P lending dapat lebih bertanggung jawab dalam memberikan layanan kepada masyarakat, sehingga kepercayaan publik terhadap industri fintech dapat meningkat
Baca Selanjutnya »Prospek Cerah Fintech Lending: OJK Soroti Pertumbuhan 2026
Menurut data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan industri fintech lending diprediksi akan terus meningkat hingga tahun 2026. Hal ini menjadi sorotan penting bagi regulator dan pelaku pasar dalam mengantisipasi perkembangan yang semakin pesat di sektor ini. Dengan prospek cerah yang dihadirkan oleh fintech lending, OJK pun memberikan perhatian khusus untuk memastikan bahwa pertumbuhan tersebut dapat berjalan secara sehat dan berkelanjutan. Regulasi yang ketat serta pengawasan yang intensif menjadi langkah-langkah yang ditempuh untuk menjaga stabilitas pasar dan melindungi konsumen dari potensi risiko. Para pelaku industri pun diharapkan dapat terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan mereka guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan akses pembiayaan yang cepat, mudah, dan aman. Dengan kerjasama antara regulator, pelaku pasar, dan konsumen, industri fintech lending di Indonesia diyakini akan terus berkembang positif menuju tahun 2026 mendatang
Baca Selanjutnya »
Berita Fintech Berita Finance dan Tekno Terupdate