ILUSTRASI. Memburuk! TWP90 industri pinjol melompat dari 2,76% menjadi 4,33% dalam sebulan. OJK sudah kantongi 24 platform berisiko tinggi. Beritafintech.com – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan …
Baca Selanjutnya »UPDATE
Kelas Finansial Inklusif Dorong Literasi Keuangan bagi Komunitas Difabel
Kelas Finansial Inklusif merupakan inisiatif yang sangat penting dalam meningkatkan literasi keuangan bagi komunitas difabel. Dengan adanya program ini, diharapkan para anggota komunitas difabel dapat lebih mandiri dalam mengelola keuangan mereka. Selain itu, dengan adanya kesempatan untuk belajar tentang manajemen keuangan, diharapkan juga dapat membantu mereka untuk merencanakan masa depan yang lebih baik. Semoga dengan adanya Kelas Finansial Inklusif ini, komunitas difabel dapat semakin berkembang dan mandiri secara finansial
Baca Selanjutnya »Bank Mulai Kurangi SRBI: Profitabilitas Kredit Lebih Menarik
Bank mulai mengurangi Suku Bunga Dasar Kredit (SRBI) untuk menarik minat nasabah dalam mengambil kredit. Langkah ini diambil karena profitabilitas dari pemberian kredit dinilai lebih menarik daripada hanya bergantung pada pendapatan dari bunga deposito. Dengan adanya penurunan SRBI, diharapkan dapat meningkatkan volume kredit yang diberikan oleh bank dan pada akhirnya akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan bisnis bank tersebut
Baca Selanjutnya »Krom Bank Siap Buka Peluang Konsolidasi, Sambut Arah Perampingan Bank dari OJK
Krom Bank siap membuka peluang konsolidasi dan menyambut arah perampingan bank yang diinstruksikan oleh OJK. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memperkuat posisi Krom Bank di pasar keuangan dan meningkatkan daya saingnya. Dengan adanya konsolidasi, diharapkan Krom Bank dapat lebih efisien dalam menjalankan operasionalnya serta memberikan layanan terbaik kepada nasabah. Selain itu, dengan mengikuti arah perampingan yang ditetapkan oleh OJK, Krom Bank juga akan lebih siap menghadapi tantangan dan persaingan yang semakin ketat dalam industri perbankan
Baca Selanjutnya »Laba Fintech Lending Naik Signifikan 90,4% per November 2025, Ini Kata AFPI
Menurut Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), pertumbuhan Laba Fintech Lending telah naik signifikan sebesar 90,4% per November 2025. Hal ini menunjukkan bahwa industri fintech lending terus berkembang pesat di tanah air. AFPI menyatakan bahwa hal ini merupakan bukti dari tingginya minat masyarakat dalam menggunakan layanan pinjaman online yang praktis dan cepat. Dengan adanya pertumbuhan yang begitu besar, AFPI optimis bahwa industri fintech lending akan terus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia di masa mendatang
Baca Selanjutnya »Laba Fintech Lending Naik 90,4% per November 2025, Ini Kata Pengamat
Menurut pengamat, kenaikan Laba Fintech Lending sebesar 90,4% per November 2025 merupakan pencapaian yang luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa industri fintech lending terus berkembang pesat dan semakin diminati oleh masyarakat. Kenaikan laba yang signifikan ini juga menunjukkan bahwa perusahaan telah berhasil mengelola risiko dengan baik dan mampu memberikan layanan yang memuaskan bagi para pelanggannya. Dengan pertumbuhan yang begitu tinggi, tidak heran jika Laba Fintech Lending menjadi sorotan utama dalam dunia bisnis saat ini
Baca Selanjutnya »Roadmap Fintech di 2026 untuk Memperluas Pendanaan UMKM
Menurut Roadmap Fintech di 2026, langkah-langkah yang perlu diambil untuk memperluas pendanaan UMKM adalah dengan meningkatkan aksesibilitas terhadap layanan keuangan digital, seperti peer-to-peer lending dan crowdfunding. Selain itu, kolaborasi antara lembaga keuangan tradisional dan startup fintech juga menjadi kunci utama dalam mendukung pertumbuhan UMKM. Dengan adanya inovasi-inovasi baru dalam dunia fintech, diharapkan UMKM dapat lebih mudah mengakses sumber pendanaan yang dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis mereka
Baca Selanjutnya »9 Fintech Lending Belum Penuhi Ketentuan Ekuitas Rp 12,5 Miliar
Menurut laporan terbaru, 9 perusahaan fintech lending di Indonesia belum memenuhi ketentuan ekuitas minimal sebesar Rp 12,5 miliar. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan regulator terkait dengan risiko yang mungkin timbul akibat ketidakpatuhan tersebut. Meskipun demikian, industri fintech lending tetap menjadi salah satu sektor yang paling diminati oleh para investor dan pelaku bisnis di Tanah Air. Diharapkan dengan adanya regulasi yang lebih ketat, para pelaku usaha dapat lebih berhati-hati dalam menjalankan operasional mereka demi menjaga stabilitas pasar dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan fintech lending
Baca Selanjutnya »OJK Masih Lakukan Pendalaman Terkait Merger 2 Fintech Lending Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih terus melakukan pendalaman terkait rencana merger antara dua perusahaan fintech lending syariah. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa proses penggabungan kedua entitas tersebut berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak merugikan konsumen maupun pihak lainnya. OJK juga akan memastikan bahwa merger ini tidak melanggar prinsip-prinsip syariah dalam industri keuangan. Dengan adanya pendalaman yang dilakukan oleh OJK, diharapkan proses merger ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang optimal bagi semua pihak yang terlibat
Baca Selanjutnya »OJK Atur Pembatasan Lender Nonprofesional di Fintech Lending, Ini Kata GandengTangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengatur pembatasan bagi lender nonprofesional di industri fintech lending. Hal ini disambut baik oleh GandengTangan, platform peer-to-peer lending yang telah lama beroperasi di Indonesia. Menurut GandengTangan, langkah OJK tersebut sangat penting untuk melindungi para peminjam dari risiko yang mungkin timbul akibat praktik tidak etis dari lender nonprofesional. Dengan adanya regulasi yang lebih ketat, diharapkan akan tercipta lingkungan bisnis yang lebih sehat dan transparan di industri fintech lending. GandengTangan juga menyatakan komitmennya untuk terus mematuhi semua regulasi yang dikeluarkan oleh OJK demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan peer-to-peer lending. Mereka percaya bahwa dengan kerjasama antara regulator dan pelaku usaha, industri fintech lending di Indonesia dapat terus berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi semua pihak
Baca Selanjutnya »
Berita Fintech Berita Finance dan Tekno Terupdate