Menurut data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan industri fintech lending diprediksi akan terus meningkat hingga tahun 2026. Hal ini menjadi sorotan penting bagi regulator dan pelaku pasar dalam mengantisipasi perkembangan yang semakin pesat di sektor ini. Dengan prospek cerah yang dihadirkan oleh fintech lending, OJK pun memberikan perhatian khusus untuk memastikan bahwa pertumbuhan tersebut dapat berjalan secara sehat dan berkelanjutan. Regulasi yang ketat serta pengawasan yang intensif menjadi langkah-langkah yang ditempuh untuk menjaga stabilitas pasar dan melindungi konsumen dari potensi risiko. Para pelaku industri pun diharapkan dapat terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan mereka guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan akses pembiayaan yang cepat, mudah, dan aman. Dengan kerjasama antara regulator, pelaku pasar, dan konsumen, industri fintech lending di Indonesia diyakini akan terus berkembang positif menuju tahun 2026 mendatang
Baca Selanjutnya »Babak Baru Industri Fintech Lending, Dapat Dukungan Asuransi Kredit
Industri fintech lending semakin berkembang pesat di Indonesia. Salah satu inovasi terbaru yang diperkenalkan adalah adanya dukungan asuransi kredit. Hal ini menjadi kabar baik bagi para pelaku usaha yang membutuhkan pinjaman modal untuk mengembangkan bisnis mereka. Dengan adanya asuransi kredit, risiko default atau gagal bayar dapat diminimalkan, sehingga memberikan kepercayaan lebih kepada pemberi pinjaman. Selain itu, para peminjam juga merasa lebih aman karena memiliki perlindungan jika terjadi hal-hal yang tidak terduga. Dukungan asuransi kredit ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri fintech lending di Indonesia dan memberikan manfaat yang besar bagi para pelaku usaha. Dengan adanya perlindungan dari risiko default, diharapkan semakin banyak orang yang berani mengembangkan bisnisnya tanpa takut akan masalah keuangan
Baca Selanjutnya »Lampaui Capaian 2024, Laba Fintech Lending Tembus Rp 2,09 Triliun per Oktober 2025
Menurut laporan terbaru, laba fintech lending telah berhasil mencapai Rp 2,09 triliun per Oktober 2025. Hal ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dari tahun sebelumnya. Keberhasilan ini tentu menjadi pencapaian yang membanggakan bagi perusahaan dan juga menjadi bukti bahwa industri fintech lending semakin berkembang pesat di Indonesia. Dengan capaian yang luar biasa ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi negara serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas
Baca Selanjutnya »Dolarindo Money Changer: Solusi Penukaran Valuta Asing Terpercaya, Aman, dan Kompetitif
Dolarindo Money Changer adalah solusi terbaik untuk penukaran valuta asing Anda. Dengan layanan yang terpercaya, aman, dan kompetitif, kami siap membantu Anda dalam melakukan transaksi dengan mudah dan nyaman. Percayakan kebutuhan penukaran valuta asing Anda kepada Dolarindo Money Changer, karena kepuasan pelanggan adalah prioritas utama kami. Jangan ragu lagi, kunjungi cabang kami sekarang juga!
Baca Selanjutnya »Jelang Pergantian Tahun, Begini Strategi Finansial Sehat Menuju 2026
Menjelang pergantian tahun, penting bagi kita untuk merencanakan strategi finansial yang sehat agar dapat mencapai tujuan keuangan kita menuju tahun 2026. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan membuat perencanaan anggaran yang terinci dan disiplin. Selain itu, mulailah untuk berinvestasi secara cerdas dan mempertimbangkan diversifikasi portofolio investasi. Jangan lupa pula untuk mengatur tabungan darurat sebagai langkah antisipasi jika terjadi keadaan darurat di masa depan. Dengan melakukan langkah-langkah ini, kita dapat memastikan bahwa keuangan kita akan tetap sehat dan stabil dalam jangka waktu yang panjang
Baca Selanjutnya »AAUI: Asuransi Kredit Fintech P2P Lending Butuh Kehati-hatian
Asuransi kredit fintech P2P lending merupakan salah satu produk yang sedang populer saat ini. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan produk ini juga memerlukan kehati-hatian yang tinggi. Hal ini dikarenakan risiko default atau gagal bayar yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Oleh karena itu, sebelum mengambil keputusan untuk menggunakan asuransi kredit fintech P2P lending, penting bagi kita untuk melakukan riset dan analisis mendalam terlebih dahulu. Pastikan bahwa perusahaan penyedia asuransi tersebut memiliki reputasi yang baik dan telah terdaftar secara resmi. Selain itu, jangan lupa untuk membaca dengan teliti syarat dan ketentuan dari polis asuransi tersebut. Pastikan bahwa semua informasi yang diberikan sudah jelas dan tidak ada celah untuk penafsiran ganda. Dengan memperhatikan hal-hal di atas, kita dapat menghindari risiko kerugian yang mungkin timbul akibat penggunaan asuransi kredit fintech P2P lending tanpa pertimbangan matang. Jadi, selalu ingatlah untuk berhati-hati dalam menggunakan produk-produk finansial seperti ini demi melindungi diri kita sendiri dari kemungkinan kerugian di masa depan
Baca Selanjutnya »Pentingnya Remaja Memperkuat Keterampilan Finansial Sejak Bangku Sekolah
Pentingnya remaja memperkuat keterampilan finansial sejak bangku sekolah tidak bisa dianggap remeh. Hal ini karena kemampuan mengelola uang dan keuangan merupakan salah satu kunci kesuksesan di masa depan. Dengan memahami pentingnya menabung, berinvestasi, dan mengatur pengeluaran sejak dini, remaja dapat membentuk kebiasaan yang baik dalam hal finansial. Selain itu, dengan memiliki pengetahuan yang cukup tentang dunia keuangan, remaja juga dapat lebih mandiri secara ekonomi dan mampu menghadapi tantangan finansial di masa depan dengan lebih percaya diri. Oleh karena itu, pendidikan finansial seharusnya menjadi bagian penting dalam kurikulum pendidikan agar generasi muda dapat memiliki pondasi yang kuat dalam mengelola keuangan mereka sendiri
Baca Selanjutnya »Kolaborasi Fintech Dinilai Kunci Perluasan Akses Keuangan Digital
Menurut para ahli, kolaborasi antara perusahaan fintech dan lembaga keuangan konvensional dinilai kunci dalam memperluas akses keuangan digital di Indonesia. Dengan adanya kerjasama yang baik antara kedua pihak, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan keuangan secara online, sehingga dapat meningkatkan inklusi keuangan di tanah air. Selain itu, kolaborasi ini juga dianggap sebagai langkah strategis untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat dalam industri fintech saat ini
Baca Selanjutnya »OJK: Kalangan Usia 26 Tahun Sampai 35 Tahun Paling Banyak Terjerat Pinjol Ilegal
Menurut data dari OJK, kalangan usia 26 tahun sampai 35 tahun merupakan kelompok yang paling banyak terjerat dalam praktik pinjaman online ilegal. Fenomena ini menjadi perhatian serius karena dapat memberikan dampak buruk bagi keuangan dan kesejahteraan mereka. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk lebih waspada dan bijak dalam menggunakan layanan pinjaman online agar tidak terperangkap dalam jeratan utang yang sulit untuk diselesaikan
Baca Selanjutnya »AFTECH Nilai Mandiri BFN Fest 2025 Bisa Jadi Momentum Penguatan Ekosistem Fintech
AFTECH Nilai Mandiri BFN Fest 2025 bisa menjadi momentum penting dalam penguatan ekosistem fintech di Indonesia. Acara ini berhasil menarik perhatian banyak pelaku industri fintech, regulator, dan investor untuk berkolaborasi dan berbagi pengetahuan. Dengan adanya diskusi-diskusi yang mendalam dan presentasi dari para ahli, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan inovasi dan investasi di sektor fintech. Selain itu, kehadiran para startup fintech yang berpotensi juga memberikan inspirasi bagi pelaku industri lainnya untuk terus berkembang dan bersaing secara sehat. Dengan demikian, AFTECH Nilai Mandiri BFN Fest 2025 dapat menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem fintech Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah
Baca Selanjutnya »
Berita Fintech Berita Finance dan Tekno Terupdate