Fintech Market Reports Rapid Growth during Covid-19 Pandemic: Study

Fintech Market Reports Rapid Growth during Covid-19 Pandemic: Study

Jakarta: The fintech market has continued to help expand access to financial services during the covid-19 pandemic—particularly in emerging markets—with strong growth in all types of digital financial services except lending, according to a joint study by the World Bank, the Cambridge Centre for Alternative Finance at the University of Cambridge’s Judge Business School, and World Economic Forum.

Access to affordable financial services is critical for poverty reduction and economic growth. For poor people, especially women, access to and use of basic financial services can raise incomes, increase resilience, and improve their lives. Fintech innovations are helping reduce the cost of providing services, making it possible to reach more people, and reducing the need for face-to-face interactions, essential for keeping up economic activity during the pandemic.

“Fintech has shown its potential to close gaps in the delivery of financial services to households and firms in emerging markets and developing economies,” said Caroline Freund, World Bank Global Director for Finance, Competitiveness and Innovation, in a press release on Thursday.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

“This survey shows how the fintech industry is adapting to the pandemic and offers insights for regulators and policymakers seeking to promote innovation and reap the benefits of fintech, while managing risks to consumers, investors, financial stability, and integrity,” she added.

The study, which gathered data from 1,385 FinTech firms in 169 jurisdictions from mid-June to mid-August, showed most types of FinTech firms reporting strong growth for the first half of 2020 compared to the same period in 2019, which was prior to the pandemic. On average, firms in areas including digital asset exchanges, payments, savings, and wealth management reported growth in transaction numbers and volumes of 13 percent and 11 percent, respectively. Digital lending slumped eight percent by volume of transactions, while also suffering a nine percent jump in outstanding loan defaults.

TRENDING  Rekomendasi Pinjaman Dana Tunai 50 Juta tanpa Jaminan

Regionally, the Middle East and North Africa saw strongest growth, up 40 percent, sub-Saharan Africa and North America, both up 21 percent. In general, emerging markets and developing countries experienced faster growth than developed markets.

However, firms also reported some operational and funding challenges during the pandemic. Two-thirds of firms said they had changed their business model in response, including by reducing fees, changing qualification criteria, and easing payment requirements. About 60 percent reported launching new products and value-added services, such as offering information.  Forty percent of firms surveyed indicated that they have either introduced or are in the process of introducing enhanced fraud or security measures as a response to business conditions under the pandemic. Other operational challenges reported by firms included more agent or partner downtime and increases in unsuccessful transactions and access requests. Further, fintech firms reported increases in expenses for onboarding and data storage.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(WAH)

Menurut sebuah studi terbaru, pasar fintech mengalami pertumbuhan yang cepat selama pandemi Covid-19. Laporan ini menunjukkan bahwa sektor fintech mengalami peningkatan yang signifikan dalam hal inovasi dan adopsi teknologi selama masa sulit ini. Permintaan layanan fintech seperti pembayaran digital, pinjaman online, dan investasi melonjak karena adanya pembatasan fisik dan penggunaan uang tunai yang dikurangi selama pandemi. Meskipun banyak bisnis tradisional mengalami penurunan, fintech justru tumbuh pesat dan semakin diperlukan dalam situasi krisis seperti ini. Hal ini menunjukkan bahwa fintech memiliki peranan penting dalam memperkuat ekonomi di masa yang sulit.

Similar Posts

  • Kredit Tumbuh Pesat, Begini Rekomendasi Saham Bank Mandiri (BMRI)

    Menurut analis pasar, saham Bank Mandiri (BMRI) merupakan pilihan yang sangat menarik untuk investasi saat ini. Dengan pertumbuhan kredit yang pesat, Bank Mandiri diprediksi akan terus mengalami peningkatan performa keuangan di masa mendatang. Selain itu, kebijakan manajemen yang solid dan visi jangka panjang yang kuat membuat saham BMRI semakin menarik bagi para investor.

    Dengan berbagai faktor positif tersebut, tidak heran jika saham Bank Mandiri (BMRI) menjadi salah satu rekomendasi teratas bagi para pelaku pasar. Bagi Anda yang sedang mencari investasi dengan potensi pertumbuhan tinggi, tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan saham BMRI dalam portofolio Anda. Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk meraih keuntungan maksimal dari pertumbuhan kredit yang pesat dari Bank Mandiri

  • Mandiri Investment Forum 2022 Hadirkan Ribuan Investor dengan Total AUM US$ 4 Triliun

    Welcome to our blog!

    Here you will find exciting updates, helpful tips, and inspiring stories to brighten your day. Join us on this journey as we explore new ideas and share our passion for creativity.

    Latest Post: The Power of Positive Thinking

    In our most recent post, we delve into the impact of positive thinking on mental health and overall well-being. Discover how a simple shift in mindset can lead to profound changes in your life.

    Are you ready to unlock the power of positivity? Join us as we dive deep into the benefits of maintaining a positive outlook in all aspects of life. Stay tuned for more insightful content that will uplift and inspire you!

  • Industri Fintech Diprediksi Tumbuh Positif hingga Akhir 2024, Cermati Penyebabnya

    ILUSTRASI. Pengguna sosial media mengamati iklan platform pinjaman online alias pinjol di Tangerang Selatan, Minggu (24/9/2023). Perusahaan fintech mencatatkan kinerja positif tercermin dari penyaluran pembiayaan yang terus tumbuh dan Non Performing Financing (NPF) aman. Beritafintech.com – JAKARTA. Perusahaan fintech baik yang memiliki ekosistem maupun tidak, tetap mencatatkan kinerja yang positif. Hal ini tercermin dari penyaluran…

  • Prediksi Keamanan Finansial 2024, dari Trojan Sampai Serangan Sistem Pembayaran

    Jakarta: Menurut Kaspersky, lembaga dan organisasi keuangan harus memperkuat pertahanan mereka pada tahun 2024, karena ancaman yang didorong oleh AI berpotensi meningkat dan berkembangnya otomatisasi akan menjadi tren.  Dalam laporan kejahatan siber dan prediksi ancaman finansial untuk tahun 2024, perusahaan keamanan siber ini mengantisipasi peningkatan serangan siber, eksploitasi sistem pembayaran langsung, kebangkitan trojan perbankan Brasil

  • Simak Target Bank Mandiri Tahun 2025

    Pada tahun 2025, Bank Mandiri telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan inovasi dan strategi yang tepat, Bank Mandiri mampu meningkatkan layanan kepada nasabah serta memperluas jaringan cabang di seluruh Indonesia. Kepercayaan masyarakat terhadap Bank Mandiri semakin meningkat, hal ini terbukti dari peningkatan jumlah nasabah dan transaksi perbankan yang terus mengalami pertumbuhan signifikan.

    Selain itu, Bank Mandiri juga berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi dalam industri perbankan, seperti “Bank Terbaik” dan “Inovasi Terbaik”. Hal ini menunjukkan komitmen Bank Mandiri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh nasabahnya. Dengan visi dan misi yang jelas serta dukungan dari seluruh karyawan, Bank Mandiri siap untuk terus berkembang dan menjadi bank terdepan di Indonesia

  • Cara Menentukan Jenis Reksadana yang Sesuai Kebutuhan di Aplikasi Reksadana

    Untuk menentukan jenis reksadana yang sesuai dengan kebutuhan Anda di Aplikasi Reksadana, pertama-tama Anda perlu memahami tujuan investasi Anda. Apakah Anda ingin berinvestasi jangka pendek untuk keperluan mendesak atau jangka panjang untuk persiapan masa depan? Selain itu, tentukan juga tingkat risiko yang siap Anda tanggung. Apakah Anda lebih nyaman dengan risiko rendah, sedang, atau tinggi?

    Setelah mengetahui tujuan investasi dan tingkat risiko yang sesuai, selanjutnya pilihlah jenis reksadana yang cocok. Jika Anda menginginkan keuntungan stabil dan risiko rendah, maka reksadana pasar uang atau pendapatan tetap bisa menjadi pilihan terbaik. Namun jika Anda bersedia mengambil risiko lebih besar demi potensi keuntungan yang lebih tinggi, maka reksadana saham atau campuran mungkin lebih cocok untuk Anda.

    Ingatlah bahwa setiap jenis reksadana memiliki karakteristik dan potensi return yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk melakukan riset dan konsultasi dengan ahli finansial sebelum memutuskan jenis reksadana mana yang akan dibeli. Dengan cara ini, Anda dapat memastikan bahwa investasi yang dilakukan sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan Anda