Return Produk Unitlink Saham Terkontraksi, Ini Penjelasan Zurich Topas Life – Page all

Return Produk Unitlink Saham Terkontraksi, Ini Penjelasan Zurich Topas Life – Page all

ILUSTRASI. Karyawan melintasi logo asuransi Zurich di kantornya di Jakarta, Kamis (2/2). mayoritas produk unitlink saham beberapa perusahaan asuransi terlihat terkontraksi cukup dalam.

Beritafintech.com – JAKARTA. Rata-rata return (imbal hasil) unitlink saham terkontraksi 3,32% per Mei 2024. Data Infovesta mencatat, kinerja unitlink saham menjadi yang paling negatif di antara jenis lain.

Bahkan, mayoritas produk unitlink saham beberapa perusahaan asuransi terlihat terkontraksi cukup dalam.

Salah satu produk unitlink saham yang terkontraksi cukup dalam adalah Zurichlink Rupiah Equity Invest Fund, milik PT Zurich Topas Life. Adapun return Zurichlink Rupiah Equity Invest Fund terkontraksi 7,61% per Mei 2024.

Baca Juga: Produk Asuransi Tradisional BNI Life Tumbuh 4% Hingga Mei Jadi Rp 1,61 Triliun

Mengenai terkontraksinya produk tersebut, Chief Financial Officer, Zurich Topas Life, Fred Chan, menerangkan kinerja unitlink Zurichlink Rupiah Equity Invest Fund sejalan dengan pergerakan pasar modal.

“Adapun kinerja tolok ukurnya, yaitu indeks saham IDX80 sejak awal tahun hingga Mei 2024 juga tercatat berada di level yang terkontraksi 7,31%,” ujarnya kepada Kontan, Sabtu (29/6).

Fred mengatakan pergerakan pasar modal dipengaruhi oleh beragam faktor. Salah satunya, yaitu kondisi perekonomian global dan tensi geopolitik Timur Tengah yang masih berlanjut.

Dia bilang ketidakpastian waktu pergerakan suku bunga negara maju, seperti Amerika Serikat dan China, memicu volatilitas pasar modal, termasuk saham.

Baca Juga: BNI Life Catat Produk Asuransi Tradisional Tumbuh 4% Jadi Rp 1,61 Triliun Hingga Mei

“Sentimen negatif itu tercermin dari keluarnya dana investor asing dari pasar saham Indonesia. Dengan demikian, mengakibatkan kinerja negatif per Mei 2024,” ujarnya.

TRENDING  Fintech Lending Maucash Tutup Bisnis, Ini Kata Pengamat

Untuk ke depannya, Fred beranggapan prospek unitlink saham akan tetap dipengaruhi oleh perkembangan situasi domestik dan global.

Dia bilang faktor global, seperti tensi geopolitik Timur Tengah, ketidakpastian kebijakan suku bunga The Fed, dan pertumbuhan ekonomi negara maju, diperkirakan terus menciptakan volatilitas pasar modal. 

Sementara itu, faktor dari domestik, Fred mengatakan kelancaran transisi ke pemerintahan baru, termasuk keberlanjutan proyek pembangunan yang sudah berjalan, pergerakan nilai tukar Rupiah, dan kebijakan suku bunga Bank Indonesia, akan menjadi penopang pergerakan pasar modal.

“Secara umum, investasi di emiten yang memiliki fundamental solid, kredibilitas yang baik, dan kondisi keuangan yang sehat berpotensi memiliki kinerja yang relatif stabil di tengah ketidakpastian perekonomian dan pasar modal,” tuturnya.

Baca Juga: BNI Life Targetkan Investasi pada Instrumen Saham Mencapai Rp 1,508 Triliun

Fred mengatakan dengan mempertimbangkan investment horizon unitlink sebagai investasi untuk jangka panjang, diversifikasi saat menetapkan alokasi investasi juga perlu dicermati.

Lebih lanjut, dia menerangkan volatilitas pasar menciptakan peluang investasi, tetapi tentu saja harus tetap memerhatikan toleransi risiko nasabah dan menerapkan prinsip kehati-hatian.  

Fred menyampaikan Zurich memiliki beberapa jenis unitlink funds dengan karakteristik risiko yang berbeda. Dengan memiliki beragam produk unitlink, dia berharap dapat memenuhi kebutuhan nasabah dengan memberikan pilihan luas untuk berinvestasi sesuai dengan profil risiko investasi nasabah dan kebutuhannya.

Terkait dengan investasi unitlink, dia bilang toleransi risiko nasabah dan menerapkan prinsip kehati-hatian adalah aspek utama yang menjadi pertimbangan Zurich. 

Baca Juga: Ini Cara Prudential Indonesia Meningkatkan Perlindungan untuk Nasabah

TRENDING  Sinergi Perbankan & Fintech Wujudkan Keuangan Digital yang Inklusif dan Berkelanjutan

Selain unitlink saham, Infovesta mencatat rata-rata return unitlink campuran juga terkontraksi 1,71%. Sementara itu, unitlink pendapatan tetap mencetak rata-rata imbal hasil positif per Mei 2024 sebesar 0,05%.

Begitu juga dengan unitlink berjenis pasar uang yang memberikan rata-rata imbal hasil tertinggi dibanding jenis lain, yaitu sebesar 1,29% per Mei 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Produk Unitlink Saham⁣ mengalami kontraksi di tengah pandemi, demikian ‍penjelasan⁣ dari Zurich Topas Life. Hal ini⁤ disebabkan oleh kondisi‌ pasar yang tidak stabil akibat COVID-19. Penurunan ini merupakan hal yang wajar ‍dan tidak ⁤perlu dikhawatirkan‌ oleh para pemegang ⁣polis. Zurich Topas Life memberikan‍ penjelasan‌ yang transparan dan mengarahkan nasabah ‌untuk tetap tenang dan bersabar dalam menghadapi​ situasi ini. Mereka menegaskan bahwa⁢ investasi jangka panjang tetap memberikan potensi keuntungan yang ⁤baik meskipun sedang mengalami‍ penurunan sementara. Semua pihak dihimbau untuk tetap memantau perkembangan pasar dengan bijak.

Similar Posts

  • Rekomendasi Pinjaman Dana Tunai 50 Juta tanpa Jaminan

    beritafintech.com – Ingin mengajukan pinjaman dana tunai 50 juta tanpa jaminan tetapi tidak mau repot? BeritaFintech.com punya solusinya! Kehadiran beberapa bank dan perusahaan financial technology (fintech) menjadi jawaban bagi mereka yang ingin mengajukan pinjaman tanpa agunan 50 juta. Pasalnya, sebagian besar bank dan fintech memiliki limit pinjaman yang sangat tinggi dan proses pengajuan yang sederhana….

  • BTN Mulai Akuisisi Bank Victoria Syariah

    BTN telah memulai proses akuisisi terhadap Bank Victoria Syariah. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas jangkauan bisnisnya di sektor perbankan syariah. Dengan akuisisi ini, BTN berharap dapat meningkatkan layanan dan produk yang ditawarkan kepada nasabah serta memperkuat posisinya di pasar perbankan syariah Tanah Air. Selain itu, BTN juga berkomitmen untuk tetap menjaga prinsip-prinsip syariah dalam setiap operasionalnya, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi para nasabah yang menginginkan layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip Islam

  • Selamat Hari Raya Waisak 2024, Ini Jadwal Operasional Bank BCA Selama Libur Panjang

    ILUSTRASI. Jadwal Operasional Bank BCA Selama Libur Panjang Lagi Hari Raya Waisak 2024 Jadwal Operasional BCA Hari Raya Waisak 2024 – Jakarta. Siap-siap libur panjang mulai Kamis 23 Mei 2024 untuk perayaan Hari Raya Waisak. Nasabah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tak perlu khawatir layanan transaksi perbankan tak akan terganggu. Berikut operasional Bank BCA…

  • Menakar Peluang Bisnis dari Kehadiran Bank Emas

    Bank Emas merupakan salah satu inovasi terbaru dalam dunia perbankan yang menawarkan peluang bisnis yang menarik. Dengan kehadiran Bank Emas, para investor dapat dengan mudah membeli dan menjual emas secara online, tanpa perlu repot-repot datang ke toko fisik. Hal ini tentu saja memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para pelaku bisnis emas.

    Selain itu, Bank Emas juga memberikan jaminan keamanan dan transparansi dalam setiap transaksi yang dilakukan. Dengan sistem teknologi blockchain yang digunakan oleh Bank Emas, para investor dapat melacak setiap transaksi mereka dengan mudah dan aman. Hal ini tentu saja menjadi nilai tambah bagi para pelaku bisnis emas yang ingin mengoptimalkan investasi mereka.

    Dengan adanya Bank Emas, peluang bisnis di bidang investasi emas semakin terbuka lebar. Para investor dapat dengan mudah membeli emas dalam jumlah besar maupun kecil sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, harga emas yang ditawarkan oleh Bank Emas juga bersaing sehingga para investor bisa mendapatkan keuntungan maksimal dari investasi mereka.

    Dengan segala kemudahan dan manfaat yang ditawarkan oleh Bank Emas, tidak heran jika banyak orang mulai melirik peluang bisnis di bidang investasi emam ini. Jadi jangan lewatkan kesempatan untuk meraih kesuksesan di dunia bisnis dengan memanfaatkan kehadiran Bank Emam sebagai sarana berinvestasi Anda!

  • Fintech P2P Lending Syariah Bantu Perluas Layanan Keuangan Syariah

    Fintech P2P Lending Syariah merupakan solusi inovatif yang membantu memperluas layanan keuangan syariah di Indonesia. Dengan platform online yang mudah digunakan, masyarakat dapat dengan cepat dan mudah mengakses pembiayaan syariah tanpa harus melalui proses yang rumit. Hal ini tentu saja menjadi kabar baik bagi para pelaku usaha mikro dan kecil yang seringkali kesulitan mendapatkan akses pembiayaan dari lembaga keuangan konvensional. Dengan adanya Fintech P2P Lending Syariah, diharapkan lebih banyak masyarakat dapat merasakan manfaat dari sistem keuangan syariah yang adil dan transparan

  • OJK Cabut 2 Izin Pinjol Legal, Berikut Daftar Terbaru Fintech Resmi & Ilegal 2024

    ILUSTRASI. dua perusahaan pinjol menutup usaha dan mengembalikan izin ke otoritas. Pinjol Ilegal 2024- Beritafintech.com -Jakarta. Jumlah perusahaan pinjaman online (pinjol) legal yang mendapat izin operasional Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkurang lagi. Pasalnya, dua perusahaan pinjol menutup usaha dan mengembalikan izin ke otoritas. OJK menyetujui pengembalian izin usaha penyelenggara Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI)…