Danantara Meluncur, Saham-Saham Bank BUMN Loyo

Danantara Meluncur, Saham-Saham Bank BUMN Loyo

ILUSTRASI. Presiden Prabowo Subianto (kedua kiri) didampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka (keempat kiri) bersama Presiden ketujuh Joko Widodo (keempat kanan), Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (kelima kiri), Wapres ke-13 Ma’ruf Amin (kedua kanan), Wapres ke-12 Jusuf Kalla (ketiga kanan), Wapres ke-11 Boediono (ketiga kiri), Menteri BUMN Erick Thohir (kiri), serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Rosan Roeslani (kanan) bersiap meluncurkan secara simbolis badan pengelola investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2025). Presiden Prabowo mengatakan bahwa Danantara sebagai dana kekayaan Negara atau sovereign wealth fund Indonesia itu akan mengelola aset senilai lebih dari 900 miliar dolar AS, dengan proyeksi dana awal mencapai 20 miliar dolar AS. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/app

Beritafintech.com – JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto secara resmi telah meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada Senin (24/2). Bank-bank BUMN nantinya akan masuk dalam pengelolaan badan baru tersebut.

Kendati demikian, peluncuran BPI Danantara tampaknya tak cukup memberi respons positif bagi pergerakan saham-saham bank BUMN. Sebab, hingga perdagangan sesi I di Senin (24/2), mayoritas saham mereka justru memerah.

Ambil contoh, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang tercatat mengalami koreksi paling dalam di antara bank pelat merah lainnya. Saham bank berlogo pita emas ini terkoreksi 1,48% dari harga akhir pekan lalu menjadi Rp 5.000 per saham.

TRENDING  OJK Berantas 2.930 Pinjol Ilegal Tahun 2024, Cek Namanya & Catat Pinjol Legal 2025

Baca Juga: Musim Dividen Interim Perbankan Tiba, Ini Bisa Jadi Pemanis Saham Bank Yang Loyo?

Penurunan ini menambah tren koreksi yang terjadi pada saham Bank Mandiri ini. Sebab, dalam sebulan terakhir, BMRI sudah terkoreksi hingga 18,37%.

Harga saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga elemah di akhir sesi pertama awal pekan ini. Saham BBNI turun 1,40% dari harga akhir pekan lalu menjadi Rp 4.240 per saham.

Sama halnya dengan Bank Mandiri, bank berlogo 46 ini juga sedang dalam tren koreksi. Setidaknya, BBNI telah mengalami koreksi hingga 8,03% dalam sebulan terakhir.

Sedikit berbeda, harga saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) stagnan. Tidak ada perubahan harga saham BBTN yang masih di level Rp 935 per saham.

Hanya saja, sama halnya dengan bank pelat merah lainnya, harga saham BBTN juga sedang dalam koreksi dalam sebulan terakhir mencapai sekitar 12,21%.

Baca Juga: Danantara Resmi Meluncur, Cek Pergerakan Saham Emiten BUMN Anggota Potensialnya

Adapun, harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi satu-satunya bank pelat merah yang menghijau di awal pekan ini. Hingga akhir perdagangan sesi I, harga saham BBRI menguat 0,51% menjadi Rp 3.910 per saham.

Namun, dalam sebulan terakhir, BBRI masih terkoreksi sekitar 6,68%.

Selanjutnya: Marhaban ya Ramadan Apa Artinya? Ini Penggunaan di Bulan Puasa dan Cara Membalasnya

Menarik Dibaca: Apakah Kurma Bagus untuk Dikonsumsi saat Diet Menurunkan Berat Badan?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • PermataBank Wealth Wisdom 2025: Bekal Finansial di Tengah Dunia yang Tak Pasti

    PermataBank Wealth Wisdom 2025 memberikan pandangan yang mendalam tentang bagaimana mengelola kekayaan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dengan berbagai strategi dan tips yang disajikan, pembaca akan dibimbing untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan finansial di masa depan. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk meningkatkan pemahaman Anda dalam mengelola keuangan dan investasi dengan bijak bersama PermataBank Wealth Wisdom 2025

  • Bank Digital di Indonesia Makin Ramai, Intip Siapa yang Modalnya Paling Kuat?

    Bank digital di Indonesia semakin ramai dengan kehadiran berbagai layanan dan produk yang inovatif. Namun, siapa sebenarnya yang memiliki modal paling kuat di antara mereka? Hal ini menjadi pertanyaan menarik yang patut untuk diintip. Dengan persaingan yang semakin ketat, bank digital harus terus berinovasi dan mengembangkan strategi agar tetap bersaing di pasar yang kompetitif. Siapakah bank digital dengan modal paling kuat? Mari kita intip bersama!

  • Simpanan Jumbo Membengkak, Nasabah Kaya Pilih Parkir Dana di Bank

    Simpanan Jumbo Membengkak, Nasabah Kaya Pilih Parkir Dana di Bank

    Para nasabah kaya semakin memilih untuk “parkir” dana mereka di bank, terutama dengan adanya produk simpanan jumbo yang memberikan tingkat bunga yang menggiurkan. Dengan simpanan jumbo ini, para nasabah dapat melihat dana mereka berkembang dengan cepat dan aman.

    Tidak heran jika semakin banyak orang kaya yang memilih untuk menyimpan dananya di bank daripada menginvestasikannya ke dalam instrumen keuangan lain. Dengan tingkat bunga yang kompetitif dan keamanan yang terjamin, parkir dana di bank menjadi pilihan utama bagi para nasabah kaya.

    Dengan simpanan jumbo membengkak, para nasabah kaya dapat merasa lebih tenang karena dana mereka terjaga dengan baik dan tetap berkembang secara signifikan. Selain itu, dengan berbagai layanan tambahan yang ditawarkan oleh bank seperti wealth management dan asuransi, para nasabah kaya semakin yakin bahwa mereka telah membuat pilihan yang tepat dengan memilih untuk parkir dana mereka di bank

  • Bank Mandiri Buktikan Komitmen Dorong Perekonomian dengan Digitalisasi Layanan

    Bank Mandiri terus membuktikan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui digitalisasi layanan. Dengan berbagai inovasi dan teknologi canggih, Bank Mandiri siap memberikan pelayanan terbaik kepada nasabahnya. Hal ini merupakan bukti nyata bahwa Bank Mandiri selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas layanannya demi kemajuan perekonomian Indonesia. Dengan semangat yang tinggi, Bank Mandiri akan terus berinovasi dan menghadirkan solusi-solusi digital yang memudahkan para nasabah dalam melakukan transaksi keuangan

  • Simak Rencana dan Strategi Bisnis Bank Neo Commerce di Bawah Kepemimpinan Eri Budiono

    Bank Neo Commerce merupakan salah satu bank yang sedang berkembang pesat di Indonesia. Di bawah kepemimpinan Eri Budiono, bank ini berhasil meraih berbagai prestasi dan mengimplementasikan berbagai strategi bisnis yang sukses.

    Eri Budiono dikenal sebagai pemimpin yang visioner dan inovatif dalam mengelola Bank Neo Commerce. Dengan visi yang jelas dan strategi bisnis yang matang, bank ini mampu bersaing dengan bank-bank besar lainnya di Indonesia.

    Salah satu strategi bisnis yang berhasil diimplementasikan oleh Eri Budiono adalah meningkatkan layanan digital bagi nasabah. Dengan adanya layanan digital yang mudah digunakan dan efisien, Bank Neo Commerce mampu menarik minat para nasabah untuk menggunakan produk-produk perbankan mereka.

    Selain itu, Eri Budiono juga fokus pada pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) di Bank Neo Commerce. Dengan memperhatikan kesejahteraan karyawan dan memberikan pelatihan-pelatihan berkualitas, bank ini berhasil menciptakan tim kerja yang solid dan kompeten dalam menjalankan tugas-tugasnya.

    Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Bank Neo Commerce terus menunjukkan pertumbuhan positif dalam industri perbankan di Indonesia. Kepemimpinan Eri Budiono telah membawa bank ini menuju kesuksesan dan menjadi salah satu pilihan utama bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan perbankan mereka

  • OJK selidiki kasus gadai emas Bank Mega Syariah

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang menyelidiki kasus gadai emas yang dilakukan oleh Bank Mega Syariah. Kasus ini menarik perhatian publik karena melibatkan salah satu bank syariah terbesar di Indonesia. OJK ingin memastikan bahwa praktik gadai emas yang dilakukan oleh Bank Mega Syariah sesuai dengan prinsip syariah dan tidak merugikan nasabah. Selain itu, OJK juga ingin memastikan bahwa transparansi dan keadilan tetap terjaga dalam setiap transaksi yang dilakukan oleh bank tersebut. Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan syariah di Indonesia