KB Bank Akan Akuisisi Kredit Pensiunan Bank Capital Rp 1 Triliun

KB Bank Akan Akuisisi Kredit Pensiunan Bank Capital Rp 1 Triliun

ILUSTRASI. Pelayanan nasabah KB Bank di Jakarta. (brand/logo baru PT Bank KB Bukopin Tbk). KONTAN/Nurtiandriyani Simamora

Beritafintech.com – JAKARTA. PT Bank KB Bukopin Tbk (KB Bank) terus melanjutkan ekspansi bisnis ritelnya sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang, di tengah upaya perbaikan kualitas aset dari warisan masa lalu.

Langkah ini mencerminkan optimisme perusahaan terhadap potensi pasar ritel di Indonesia, sekaligus komitmen dalam menghadirkan layanan keuangan yang lebih inklusif.

Terbaru, bank yang dikendalikan investor asal Korea Selatan ini akan mengakuisisi bisnis kredit pensiunan dari Bank Capital Indonesia Tbk senilai Rp 1 triliun. Keduanya telah meneken perjanjian kerja sama pengambilalihan pada 19 Juni 2025 dan akuisisi itu akan dilakukan secara bertahap. 

Wakil Direktur Utama KB Bank, Robby Mondong, mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari strategi ekspansi KB Bank di sektor ritel dan komitmen penyediaan layanan inklusif di segmen pensiunan.

Ia bilang bahwa pengalihan ini tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan serta kenyamanan layanan bagi para nasabah. “Segmen pensiunan adalah bagian penting dari bisnis ritel kami. Mereka punya kebutuhan finansial yang khas dan perlu dilayani dengan pendekatan yang lebih humanis,” ujar Robby dalam keterangannya, Sabtu (21/6).

Baca Juga: KB Bank Fokus Penguatan Bisnis dan Efisiensi Operasional di Bawah Pimpinan Dirut Baru

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini tak hanya memperkuat portofolio KB Bank, tapi juga menjadi wujud komitmen untuk menyediakan layanan pembiayaan yang benar-benar berdampak bagi masyarakat. 

KB Bank, kata Robby, siap mengembangkan layanan ini menjadi lebih modern dan efisien dengan dukungan teknologi dan pengalaman global dari KB Financial Group (KBFG), Korea Selatan.

TRENDING  Kasus Pinjol Ilegal Mendominasi Pengaduan Di OJK, Catat Pinjol Legal OJK Maret 2025

Di tengah upaya bersih-bersih aset yang dilakukan KB Bank atas portofolio warisan masa lalu, bank ini masih tetap berhasil mencetak pertumbuhan portofolio seiring dengan ekpansi kredit baru yang dilakukan. Per Maret 2025, total outstanding kredit bank berkode saham BBKP ini mencapai Rp 48,3 triliun, naik 0,6% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Akuisisi kredit pensiunan Bank Capital tersebut akan semakin memperbesar portofolio kredit KB Bank. Di segmen ritel, bank ini menyediakan beragam produk kredit. Selain kredit penisunan, ada juga kredit pra pensiun, kredit kepemilikan mobil, KPR, kredit serbaguna, kredit back to back, hingga kartu kredit. 

Robby juga menekankan bahwa langkah ini sejalan dengan arah bisnis KB Bank yang inklusif dan berkelanjutan. “Kami ingin memastikan para pensiunan punya akses ke pembiayaan yang adil, cepat, dan mudah. Pendekatannya tetap modern, efisien, tapi juga hangat dan manusiawi,” ujarnya.

Baca Juga: Dorong Transisi Energi Hijau, KB Bank Dukung Pembiayaan Industri Motor Listrik

Dengan sinergi yang kuat antara KB Bank dan Bank Capital, kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan solusi keuangan yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama para pensiunan, serta berkontribusi bagi pertumbuhan sektor keuangan nasional.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Capital Indonesia, Kurniawan Halim menyambut baik kerja sama ini. “Kami bangga bisa berkolaborasi dengan KB Bank. Ini adalah langkah awal yang menjanjikan, dan kami berharap bisa terus memperkuat sinergi di masa depan untuk mendukung kesejahteraan para pensiunan,” katanya.

Kerja sama ini bukan sekadar transaksi, melainkan cerminan dari upaya dua bank untuk memperluas inklusi keuangan di segmen pensiunan, segmen yang masih memiliki potensi besar namun sering luput dari perhatian.

TRENDING  OJK Berpeluang Sesuaikan Kembali Batas Maksimum Pembiayaan Produktif Fintech Lending

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Check Also

Ada 142 Lender dari 4 Fintech Lending Gugat OJK di PTUN, Ini Isi Tuntutannya

Menilik Masalah Gagal Bayar di Industri Fintech P2P Lending yang Tak Kunjung Usai

Industri fintech P2P lending semakin marak di Indonesia belakangan ini. Namun, masalah gagal bayar menjadi momok yang tak kunjung usai bagi para pelaku usaha di sektor ini. Menilik dari berbagai kasus yang terjadi, banyak investor yang merasa kecewa dan merugi akibat nasabah yang tidak bisa membayar pinjaman mereka tepat waktu. Hal ini tentu menjadi perhatian serius bagi regulator dan pihak terkait untuk menemukan solusi agar industri fintech P2P lending dapat berkembang dengan baik tanpa adanya risiko gagal bayar yang terus mengintai

%site% | NEWS