Lender Institusi Jadi Tulang Punggung Industri Fintech P2P Lending

Lender Institusi Jadi Tulang Punggung Industri Fintech P2P Lending

ILUSTRASI. Penyaluran pinjaman industri fintech peer to peer (P2P) lending yang terus bertumbuh bisa dibilang tak terlepas dari peran lender institusi

Beritafintech.com – JAKARTA. Penyaluran pinjaman industri fintech peer to peer (P2P) lending yang terus bertumbuh bisa dibilang tak terlepas dari peran lender institusi.

Sebab, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat lender atau pemberi pinjaman institusi lebih mendominasi ketimbang perorangan di industri fintech peer to peer (P2P) lending per September 2024. 

Secara rinci, pendanaan yang diberikan oleh lender institusi porsinya sebesar 89,98%, sedangkan lender perorangan sebesar 10,02% per September 2024.

Mengenai hal itu, Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) menyebut lender institusi yang lebih mendominasi memberikan dampak positif bagi industri fintech lending.

Ketua Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Pandu Sjahrir juga mengatakan dengan banyaknya lender institusi, fintech lending dituntut untuk mengedepankan tata kelola yang lebih baik dalam menyalurkan pendanaan.

Baca Juga: Akseleran Sebut Pendanaan Lender Institusi Lebih Mendominasi Ketimbang Ritel

“Kalau bawa duit institusi, biasanya institusi minta governance yang lebih baik kepada fintech lending. Jadi, tata kelola yang lebih baik,” ucapnya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Senin (11/11).

Pandu menerangkan dahulu memang lender ritel menjadi tulang punggung pendanaan bagi fintech lending.

Namun, dia menyebut lambat laun terjadi peralihan ke lender institusi dan fenomena tersebut merupakan hal yang wajar. Sebab, lender institusi juga memiliki uang yang lebih banyak dan memadai untuk penyaluran pendanaan.

TRENDING  Peluang Usaha di Daerah Pedesaan yang Untung Besar

Selain itu, Pandu bilang salah satu penyebab lender institusi tertarik untuk menanamkan uang di fintech lending karena return yang ditawarkan.

“Return yang bagus dengan risiko yang lebih disesuaikan. Hal itu juga membuat penilaian terhadap risiko menjadi lebih baik daripada dahulu,” kata Pandu. 

Sejalan dengan data OJK, fintech P2P lending PT Akselerasi Usaha Indonesia menyampaikan sampai saat ini institusi lebih mendominasi ketimbang ritel sebagai pemberi dana. 

“Lender institusi berkontribusi sekitar 60% dari total pinjaman yang disalurkan, sedangkan sisanya merupakan ritel,” Group CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Nikolas Tambunan kepada Kontan, Senin (11/11). 

Melihat kondisi saat ini, Ivan berpendapat lender institusi pasti masih akan mendominasi ke depannya. Sebab, dia bilang dalam skala tertentu memang perlu kerja sama dengan lender institusi, khususnya bank. 

“Alasannya, karena bank memiliki uang atau likuiditas yang memadai,” tuturnya.

Baca Juga: Pendanaan Fintech dari Lender Perbankan Diprediksi Terus Tumbuh

Di sisi lain, Pengamat sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan masih ada potensi meningkatnya pendanaan dari lender institusi ke depannya di industri fintech lending. 

“Hal itu dilihat dari permintaan penyaluran yang masih besar,” ucapnya kepada Kontan, Minggu (10/11).

Adapun OJK mencatat outstanding pembiayaan fintech P2P lending per September 2024 mencapai Rp 74,48 triliun. Pencapaian per September 2024, tumbuh sebesar 33,73% Year on Year (YoY). 

Lebih lanjut, Nailul berpendapat lender institusi lebih bisa meminimalisir kredit macet di pinjaman yang disalurkan mereka. Sebab, dia bilang lender institusi mempunyai kriteria khusus untuk menyalurkan pendanaannya lewat fintech lending dan melakukan screening dengan lebih ketat. 

TRENDING  Perdana, Startup Backingan 2 Fintech Indonesia Masuk Daftar NextGen Tech 30

Selanjutnya: Menko Pangan Zulkifli Hasan Dorong Penyederhanaan Regulasi Pupuk Subsidi

Menarik Dibaca: Bagaimana Cara Dapat Black Card? Ketahui Dulu Sejarah dan Syaratnya di Sini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lender institusi memainkan peran penting sebagai tulang punggung industri fintech peer-to-peer (P2P) lending. Mereka memberikan modal untuk platform P2P lending sehingga dapat memberikan pinjaman kepada para peminjam. Dengan adanya lender institusi, industri fintech P2P lending dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih stabil. Mereka juga membantu dalam mengelola risiko kredit dan memastikan keberlanjutan bisnis platform P2P lending. Dengan demikian, kehadiran lender institusi sangat vital bagi ekosistem P2P lending dan berdampak positif bagi pertumbuhan sektor keuangan digital di Indonesia.

Similar Posts

  • Cara Raih Kemerdekaan Finansial di Era Digital

    Untuk meraih kemerdekaan finansial di era digital, kita perlu memahami bahwa kemajuan teknologi dapat menjadi peluang besar bagi kita. Dengan memanfaatkan internet dan platform digital lainnya, kita bisa mengembangkan berbagai sumber penghasilan secara online. Selain itu, penting juga untuk memiliki pola pikir yang proaktif dan kreatif dalam mencari peluang bisnis baru. Dengan tekad dan kerja keras, tidak ada yang tidak mungkin untuk meraih kemerdekaan finansial di era digital ini

  • Cara Meraih Kebebasan Finansial di Usia Muda

    Jakarta: Meraih kebebasan finansial menjadi impian banyak orang. Namun, tak banyak yang tahu bagaimana caranya.  Bebas finansial bisa dikatakan sebagai suatu kondisi di mana kita tidak perlu lagi bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari baik pada masa sekarang maupun masa depan.  “Bebas finansial adalah suatu keadaan di mana kita memiliki tabungan atau pendapatan yang cukup.

  • Bank Himbara Ramai-Ramai Cabut Pernyataan Terkait Kenaikan Bunga Deposito Valas

    Bank Himbara ramai-ramai mencabut pernyataan terkait kenaikan bunga deposito valas. Keputusan ini disambut dengan antusiasme tinggi dari para nasabah yang merasa lega dengan keputusan tersebut. Para nasabah menyambut baik langkah Bank Himbara dalam memberikan kepastian dan kejelasan terkait kebijakan bunga deposito valas, sehingga dapat memperkuat kepercayaan mereka terhadap bank ini. Langkah ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan

  • Gabung Jaringan UN PRI, Bahana TCW Perkuat Prinsip Investasi Berkelanjutan

    Gabung Jaringan UN PRI, Bahana TCW Perkuat Prinsip Investasi Berkelanjutan

    Jakarta, 15 Februari 2022 – PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) telah resmi bergabung dengan Principles for Responsible Investment (PRI), sebuah inisiatif global yang mendorong praktik investasi berkelanjutan. Dengan bergabungnya Bahana TCW dalam jaringan PRI, perusahaan ini semakin memperkuat komitmennya dalam menerapkan prinsip-prinsip investasi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

    Dalam keterangan resminya, Direktur Utama Bahana TCW, Bapak Sigit Wiryadi mengatakan bahwa keikutsertaan perusahaan mereka dalam jaringan PRI merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya investasi berkelanjutan di Indonesia. “Kami percaya bahwa dengan mengikuti prinsip-prinsip investasi yang bertanggung jawab, kami dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” ujar Bapak Sigit.

    Selain itu, keikutsertaan Bahana TCW dalam jaringan PRI juga diharapkan dapat membantu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan dalam menjalankan aktivitas investasinya. Dengan adanya kerjasama antara Bahana TCW dan PRI, diharapkan akan tercipta sinergi yang positif dalam upaya memperkuat prinsip-prinsip investasi berkelanjutan di Tanah Air.

    Sebagai salah satu manajer aset terkemuka di Indonesia, Bahana TCW memiliki komitmen kuat untuk terus mengembangkan praktik investasi yang ramah lingkungan dan sosial. Dengan bergabungnya mereka dalam jaringan UN PRI ini, diharapkan akan semakin banyak institusi keuangan lainnya yang ikut serta aktif dalam mendukung prinsip-prinsip investasi berkelanjutan demi menciptakan dunia yang lebih baik untuk generasi mendatang

  • OJK Turunkan Suku Bunga Pinjaman, Begini Strategi Fintech P2P Lending

    Welcome to our blog!

    Here at Amazing Adventures, we are dedicated to bringing you the latest news and updates on all things travel. Whether you’re a seasoned globetrotter or planning your first trip abroad, our team of experts is here to provide you with tips, recommendations, and inspiration for your next adventure.

    Stay tuned for exciting travel stories, destination spotlights, packing guides, and much more. Join us as we explore the world one adventure at a time!

  • Kolaborasi & Inovasi untuk Pertumbuhan Bisnis & Dukung Asta Cita Kembangkan Pelatihan

    Kolaborasi dan inovasi merupakan kunci utama untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Dengan bekerja sama dan terus mengembangkan ide-ide baru, kita dapat menciptakan peluang-peluang baru yang dapat mendukung Asta Cita dalam pengembangan pelatihan. Dengan semangat kolaborasi, mari kita bersama-sama menciptakan solusi-solusi inovatif untuk memajukan bisnis dan mewujudkan cita-cita yang lebih besar