Ayah Wajib Tahu, Ini Fungsi Asuransi untuk Lindungi Finansial Keluarga ala Astra Life

Ayah Wajib Tahu, Ini Fungsi Asuransi untuk Lindungi Finansial Keluarga ala Astra Life

ILUSTRASI. Windy Riswantyo selaku Marketing, Alternate & Direct Business Group Head Astra Life mengatakan, “Perlu diketahui bahwa pada dasarnya asuransi bukan tentang kematian, tetapi agar keluarga yang ditinggalkan bila pencari nafkah tutup usia dini dapat melanjutkan hidupnya.

Beritafintech.comMerayakan Hari Ayah Nasional setiap 12 November menjadi momentum spesial untuk mengapresiasi para ayah yang sudah mengayomi dan melindungi keluarga dengan penuh rasa cinta. Salah satu wujud rasa cinta adalah dengan menjaga finansial keluarga dengan memiliki asuransi jiwa.

Menurut survei Katadata Insight Center dan Astra Life, September 2021 terhadap 1.828 responden usia produktif berusia 25-45 tahun yang tersebar di seluruh Indonesia, 48,7% merupakan generasi sandwich yang memiliki tanggungan finansial atas keluarganya. Faktanya, dari seluruh generasi sandwich di Indonesia hanya 13,4% yang memiliki kesiapan finansial dalam memenuhi pengeluaran pokok, menabung, mempunyai dana darurat, asuransi dan berinvestasi.

Lebih lanjut, penetrasi asuransi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berada di posisi 2,80% pada September 2024. Artinya, angka ini menunjukkan bahwa kesadaran keluarga Indonesia terhadap produk asuransi masih sangat rendah dibandingkan dengan negara di kawasan Asia Tenggara. Untuk itu, di Hari Ayah Nasional, Astra Life mengajak para ayah sebagai tulang punggung keluarga untuk melindungi finansial keluarga dengan Asuransi.

Windy Riswantyo selaku Marketing, Alternate & Direct Business Group Head Astra Life mengatakan, “Perlu diketahui bahwa pada dasarnya asuransi bukan tentang kematian, tetapi agar keluarga yang ditinggalkan bila pencari nafkah tutup usia dini dapat melanjutkan hidupnya. Dalam konteks proteksi, asuransi berperan sebagai produk yang memindahkan risiko finansial dari pemilik asuransi ke perusahaan asuransi. Di asuransi jiwa, manfaat utama yang dilindungi adalah finansial keluarga. Dengan adanya santunan tutup usia, dapat berfungsi sebagai pengganti hilangnya sumber nafkah jika tertanggung tutup usia maupun terkena penyakit kritis.”

TRENDING  Berlaku Esok, Ini Aturan Baru Bunga dan Denda Keterlambatan Pinjol

Saat ini asuransi jiwa juga bisa dilengkapi dengan perlindungan kesehatan seperti rawat inap di rumah sakit, penyakit kritis dan juga perlindungan tambahan atas risiko kecelakaan, risiko cacat total dan tetap, dan manfaat lainnya. Perlu dicatat, dalam memiliki asuransi para ayah harus menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keuangan keluarga masing-masing.

Berikut 3 asuransi yang sebaiknya dimiliki para ayah:

1. Asuransi Jiwa

Bagi para ayah, mempunyai asuransi jiwa menjadi kewajiban karena sudah memiliki tanggungan. Apabila terjadi risiko hilangnya nafkah, dukungan finansial dari asuransi jiwa akan memampukan keluarga yang ditinggalkan agar bisa melanjutkan hidup. Idealnya, para ayah harus memiliki Uang Pertanggungan (UP) minimal lima kali pengeluaran tahunan, agar keluarga bisa melanjutkan hidupnya dalam lima tahun kedepan, seraya mendapatkan sumber pernghasilan baru seperti membuka usaha secara mandiri atau bekerja sebagai karyawan kantoran.

Untuk para ayah bisa memilih salah satu produk asuransi tradisional dari Astra Life yaitu ASLI Ultimate Protection, dengan manfaat perlindungan jiwa seumur hidup hingga usia 99 tahun. Besaran Uang Pertanggungan mengikuti kenaikan hingga menjadi 125% dari Uang Pertanggungan mulai tahun polis ke-15. Premi pun cukup terjangkau mulai dari Rp688 ribu/tahun dengan pilihan masa pembayaran Premi dalam 5, 10 atau 15 tahun. Tersedia juga pilihan Asuransi Tambahan dengan manfaat pembebasan Premi Dasar dan Asuransi Tambahan.

2. Asuransi Kesehatan

Setelah memiliki asuransi jiwa, para ayah sebaiknya juga mempunyai asuransi kesehatan. Bagi ayah dengan pekerjaan sebagai karyawan, bisa mengecek terlebih dahulu fasilitas kesehatan yang diberikan oleh kantor. Pastikan manfaatnya sudah mencukupi untuk keluarga. Para ayah bisa menambah asuransi kesehatan swasta, agar bisa mendapatkan fasilitas yang optimal ketika harus dirawat di rumah sakit, terutama untuk anak.

Dengan memiliki asuransi kesehatan swasta, ketika sakit tidak perlu meminta rujukan dari fasilitas kesehatan pratama terlebih dahulu dan juga tidak perlu menunggu antrian kuota per hari yang merupakan syarat dari program jaminan kesehatan dari pemerintah, sehingga para ayah dapat lebih efisien dan nyaman ketika berobat dan harapannya dapat segera pulih dan tidak menghambat produktivitas dalam bekerja.

TRENDING  Harapan Hidup Naik hingga 74 Tahun, Ini Pentingnya Perlindungan Finansial Berlapis

3. Asuransi Penyakit Kritis

Untuk para ayah yang budget alokasi asuransinya masih kurang dari 10 pendapatan, bisa melengkapi proteksi kesehatan dengan asuransi penyakit kritis. Dilihat dari usia, risiko penyakit kritis akan semakin tinggi seiring bertambahnya usia. Namun sebelum memiliki asuransi penyakit kritis, sebaiknya cek saja terlebih dahulu riwayat penyakit kritis di dalam keluarga. Jika ada, maka sebaiknya bersiap, karena risiko terkena penyakit kritis turunan menjadi lebih besar. Biasanya penyakit kritis pun membutuhkan waktu penyembuhan lebih lama dan biaya yang lebih besar.

Setelah mengetahui asuransi yang sebaiknya dimiliki para ayah, harapannya para ayah sudah bisa mengalokasikan budget untuk kebutuhan asuransi yang sesuai. Dalam menentukan premi, perlu juga mempertimbangkan komitmen dan kemampuan membayar premi tersebut agar manfaat asuransi bisa terus berjalan, dan dapat dinikmati ketika dibutuhkan.

Di hari ayah nasional, Astra Life turut mengajak para ayah melalui video sosial experiment untuk melihat kesiapan finansial para ayah seraya melindungi finansial keluarga. Tonton video selengkapnya di Youtube @AstraLifeID atau klik link berikut https://bit.ly/HariayahASLI. Selamat Hari Ayah Nasional untuk para ayah yang selalu semangat mendukung keluarga dengan penuh rasa cinta. Terus berani bermimpi dan menikmati momen berharga bareng keluarga.

Tentang Astra Life

PT ASURANSI JIWA ASTRA (Astra Life) merupakan perusahaan penyedia asuransi jiwa yang dimiliki oleh PT Astra International Tbk, PT Sedaya Multi Investama dan Koperasi Astra International. Berdiri sejak Mei 2014, Astra Life terus berkembang dan berinovasi menghadirkan produk perlindungan serta layanan yang sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia. Astra Life menawarkan beragam layanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dari berbagai tingkat kehidupan dan segmen pasar, baik nasabah perorangan berupa asuransi perlindungan jiwa, kesehatan, kecelakaan, asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi (unit link), asuransi jiwa syariah, serta nasabah kumpulan berupa program kesejahteraan karyawan (employee benefit group business) dan pendiri dana pensiun (DPLK).

TRENDING  Menilik Kinerja Penyaluran Pembiayaan Fintech Lending pada Kuartal I-2025

Pada Mei 2024, Astra Life merayakan ulang tahun ke-10 dengan tema Sedekade yang diisi dengan serangkaian program dan kegiatan di sepanjang tahun. Tema ini menjadi momentum bagi Astra Life untuk semakin mendekatkan dan menguatkan kehadirannya di tengah masyarakat melalui pesan Love Life yang telah dibawa secara konsisten sejak pertama kali hadir di tahun 2014. Perjalanan 10 tahun Astra Life membawa semangat untuk senantiasa menghadirkan produk dan layanan terbaik bagi nasabah serta menjalankan bisnis dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Berdasarkan data per Kuartal III 2024, Astra Life merupakan perusahaan asuransi jiwa dengan nilai premi bruto sebesar Rp4,5 triliun, total aset senilai Rp8,1 triliun, total tertanggung sebanyak 3,4 juta jiwa, dan tingkat solvabilitas/Risk Based Capital (RBC) berada di angka 256% (untuk asuransi jiwa konvensional) di atas ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni sebesar 120%. Melalui serangkaian pencapaian tersebut, Astra Life telah menjadi perusahaan asuransi jiwa di Indonesia yang memiliki pertumbuhan yang baik dengan portfolio bisnis yang kuat, profitable dan sustainable. Astra Life hadir sebagai asuransi jiwa yang lekat di hati masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Jelang Tutup Tahun,Astra Life Bukukan Kinerja Positif Total Aset Capai Rp 8,1 Triliun

Selanjutnya: Setengah Babak Pertama, Samurai Biru Unggul 2-0 atas Timnas Indonesia

Menarik Dibaca: BTech Bermitra dengan The University of Queensland, Dorong Inovasi Berkelanjutan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Sejumlah Tantangan Ini Dapat Menekan Perolehan Laba Industri Fintech Lending

    Industri fintech lending saat ini menghadapi sejumlah tantangan yang dapat menekan perolehan laba mereka. Salah satunya adalah persaingan yang semakin ketat di pasar, dengan munculnya banyak platform fintech baru setiap hari. Selain itu, regulasi yang terus berubah juga menjadi hambatan bagi industri ini dalam mencapai target laba yang diinginkan.

    Tidak hanya itu, risiko kredit juga menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi perolehan laba industri fintech lending. Dengan tingginya tingkat non-performing loans (NPL), para pemain di industri ini harus bekerja ekstra keras untuk meminimalkan risiko tersebut dan tetap menjaga keberlangsungan bisnis mereka.

    Meskipun demikian, dengan inovasi dan strategi yang tepat, industri fintech lending masih memiliki peluang besar untuk berkembang dan meraih kesuksesan di masa depan. Para pemain di industri ini perlu terus melakukan penelitian pasar dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis agar dapat bertahan dan tumbuh dalam persaingan yang semakin sengit

  • ROA Perbankan Menurun, Kemampuan Bank Mencetak Laba Berkurang

    Dalam kondisi ROA perbankan yang menurun, hal ini menunjukkan bahwa kemampuan bank dalam mencetak laba juga mengalami penurunan. Hal ini tentu menjadi perhatian serius bagi para pelaku industri perbankan, karena laba merupakan salah satu indikator utama kesehatan keuangan sebuah bank. Diperlukan langkah-langkah strategis dan inovatif agar bank dapat kembali meningkatkan ROA dan memperbaiki performa keuangannya secara keseluruhan

  • Prabowo Panggil Bos Bank BUMN Ke Magelang

    ILUSTRASI. Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan saat sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (23/10/2024). Presiden Prabowo Subianto telah memanggil pimpinan dari bank-bank BUMN ke Magelang. Beritafintech.com – BANDA ACEH. Di sela-sela kesibukannya melakukan pembekalan bersama kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Subianto telah memanggil pimpinan dari bank-bank BUMN. Hal tersebut terungkap kala Direktur Utama…

  • Dampak Inflasi Kesehatan bagi Kondisi Finansial Keluarga

    Inflasi dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi finansial keluarga. Kenaikan harga-harga barang dan jasa akan membuat biaya hidup semakin tinggi, sehingga menyebabkan pengeluaran keluarga meningkat. Hal ini dapat mengakibatkan menurunnya daya beli keluarga, terutama bagi mereka yang berpenghasilan tetap.

    Selain itu, inflasi juga dapat berdampak pada kesehatan keluarga. Kenaikan harga obat-obatan dan biaya perawatan kesehatan akan membuat akses terhadap layanan kesehatan menjadi semakin sulit bagi keluarga dengan pendapatan rendah. Akibatnya, banyak keluarga yang terpaksa menunda atau bahkan mengabaikan perawatan kesehatan karena tidak mampu membayar biayanya.

    Dengan demikian, penting bagi setiap keluarga untuk memahami dampak inflasi terhadap kondisi finansial dan kesehatan mereka. Merencanakan anggaran secara bijaksana dan mempertimbangkan perlindungan keuangan seperti asuransi kesehatan dapat membantu melindungi kondisi finansial keluarga dari dampak negatif inflasi

  • Fintech P2P Lending Syariah Bantu Perluas Layanan Keuangan Syariah

    Fintech P2P Lending Syariah merupakan solusi inovatif yang membantu memperluas layanan keuangan syariah di Indonesia. Dengan platform online yang mudah digunakan, masyarakat dapat dengan cepat dan mudah mengakses pembiayaan syariah tanpa harus melalui proses yang rumit. Hal ini tentu saja menjadi kabar baik bagi para pelaku usaha mikro dan kecil yang seringkali kesulitan mendapatkan akses pembiayaan dari lembaga keuangan konvensional. Dengan adanya Fintech P2P Lending Syariah, diharapkan lebih banyak masyarakat dapat merasakan manfaat dari sistem keuangan syariah yang adil dan transparan

  • Siap-Siap, akan Ada Dua Bank Syariah Besar Baru Pesaing BSI

    Menjelang akhir tahun ini, dunia perbankan syariah di Indonesia akan semakin ramai dengan kehadiran dua bank syariah besar baru yang siap menjadi pesaing Bank Syariah Indonesia (BSI). Kedua bank tersebut diyakini akan memberikan warna baru dalam industri perbankan syariah tanah air. Dengan persaingan yang semakin ketat, para pelanggan diharapkan dapat menikmati layanan perbankan syariah yang lebih inovatif dan berkualitas. Siap-siap untuk menyambut kedatangan dua bank syariah besar baru ini!